Masyarakat Indonesia Madani (True or False)


Tiga karakteristik dasar dalam masyarakat madani, yaitu :

  1. Diakuinya semangat pluralisme. Artinya, pluralitas telah menjadi sebuah keniscayaan yang tidak dapat dielakkan, sehingga mau tidak mau, pluralitas telah menjadi suatu kaidah yang abadi. Dengan kata lain, pluralitas merupakan sesuatu yang kodrati (given) dalam kehidupan. Pluralisme bertujuan mencerdaskan umat melalui perbedaan konstruktif dan dinamis, dan merupakan sumber dan motivator terwujudnya kreativitas, yang terancam keberadaannya jika tidak terdapat perbedaan. Satu hal yang menjadi catatan penting bagi kita adalah sebuah perbedaan yang kosmopolit akan tercipta manakala manusia memiliki sikap inklusif, dan mempunyai kemampuan (ability) menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitar. Namun, dengan catatan, identitas sejati atas parameter-parameter otentik agama tetap terjaga.
  2. Tingginya sikap toleransi. Baik terhadap saudara sesame agama maupun terhadap umat agama lain. Secara sederhana toleransi dapat diartikan sebagai sikap suka mendengar, dan menghargai pendapat dan pendirian orang lain. Senada dengan hal itu, Quraish Shihab (2000) menyatakan bahwa tujuan agama tidak semata-mata mempertahankan kelestariannya sebagai sebuah agama. Namun, juga mengakui eksistensi agama lain dengan memberinya hak hidup berdampingan, dan saling menghormati satu sama lain.
  3. Tegaknya prinsip demokrasi. Demokrasi bukan sekedar kebebasan dan persaingan, demokrasi adalah pula suatu pilihan untuk bersama-sama membangun, dan memperjuangkan perikehidupan warga dan masyarakat yang semakin sejahtera.

Masyarakat madani mempunyai ciri-ciri ketakwaan kepada Tuhan yang tinggi, hidup berdasarkan sains dan teknologi, berpendidikan tinggi, mengamalkan nilai hidup modern dan progresif, mengamalkan nilai kewarganegaraan, akhlak dan moral yang baik, mempunyai pengaruh yang luas dalam proses membuat keputusan, dan menentukan nasib masa depan yang baik melalui kegiatan sosial, politik, dan lembaga masyarakat.

(sumber modul : KWN UMB Efan Setiadi)

Lalu pertanyaanya adalah : apakah masyarakat Indonesia sudah dapat digolongkan masyarakat madani?

Jawaban saya adalah : Belum

Alasan :

Ada sesuatu yang belum terpenuhi dari : …menentukan nasib masa depan yang baik melalui kegiatan sosial, politik, dan lembaga masyarakat.

Contoh :

  1. Beberapa bulan lalu ada oknum Lembaga masyarakat / ormas yang meresahkan masyarakat.
  2. Politik Indonesia belum sehat, karena banyak oknum yang masuk partai politik malah korupsi uang rakyat, rakyat menjadi korban. Kemiskinan ada dimana-mana.
  3. Untuk kegiatan sosial sudah cukup bagus, tapi sayangnya hanya terjadi pada hari-hari besar tertentu. Misal menjelang bulan Rhamadan bagi-bagi sembakau murah. Namun ada juga yang sudah melayani kegiatan sosial secara rutinitas namun masi sedikit.

Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan jikalau ada yang kurang berkenanan mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Lalu bagaimana menurut anda?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s