Stop Impor Limbah B3


Stop Impor Limbah B3, agar Indonesia terbebas dari penyakit akibat limbah b3 (bahan beracun dan berbahaya). Ada yang tahu kenapa limbah b3 diimpor? Menurut saya alasannya ada 2 yaitu : yang pertama, Negara pengekspor tidak ingin menanggung resiko pengolahan limbah b3 yang ujung-ujungnya untuk penghematan biaya pengolahan. Yang kedua, bagi pengimpor mndapat keuntungan tetapi merugikan orang lain yang berada di di Negara pengimpor.

Di awal tahun 2012 bulan Februari ditemukan container-kontainer berisi limbah b3 yang berasal dari Belanda dan Inggris. Negara pengekspor limbah b3 biasanya adalah Negara-negara maju, sedangkan tujuan ekspornya adalah Negara-negara yang sedang berkembang. Seperti misalnya Negara maju tersebut adalah Amerika, Inggris dan Belanda serta tujuan ekspor semisal Indonesia. Tujuan Negara maju mengekspor limbah b3 tersebut adalah untuk menghemat biaya pengolahan.

“Dengan masuknya kontainer-kontainer yang mengandung limbah B3 tersebut, maka telah terjadi pelanggaran terhadap ketentuan pelarangan masuknya limbah dan limbah B3 ke wilayah NKRI berdasarkan UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pelarangan impor sampah berdasarkan UU No. 18 Tahun 2008  tentang Pengelolaan Sampah dan Undang Undang Kepabeanan.  Di tingkat internasional, maka terjadinya impor ilegal ini akan diinformasikan oleh Bea Cukai Indonesia kepada Bea Cukai (Customs) di negara asal dan loading limbah, dan dikarenakan juga terkait dengan limbah B3, maka KLH sebagai focal point Konvensi Basel akan berkoordinasi dengan focal pointKonvensi Basel di negara asal dan loading limbah. Sesuai ketentuan yang berlaku di wilayah NKRI,  maka pihak importir dapat dikenakan sanksi pidana dan kewajiban mere-ekspor limbah ilegal tersebut.”(http://www.menlh.go.id )

Apa si Limbah b3?

Menurut PP No. 18 tahun 1999, yang dimaksud dengan limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan atau merusakan lingkungan hidup dan atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain.

Definisi limbah B3 berdasarkan BAPEDAL (1995) ialah setiap bahan sisa (limbah) suatu kegiatan proses produksi yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) karena sifat (toxicity, flammability, reactivity, dan corrosivity) serta konsentrasi atau jumlahnya yang baik secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak, mencemarkan lingkungan, atau membahayakan kesehatan manusia.

Berikut ini peraturan peraturan pemerintah mengenai limbah B3 :

  • Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 349/Kp/XI/1992 tentang Larangan Impor Limbah Plastik
  • Keppres Nomor 61 Tahun 1993 tentang Ratifikasi Konvensi Basel
  • PP Nomor 19 Tahun 1994 tentang Pengelolaan Limbah B3
  • PP Nomor 12 tahun 1995 tentang Perubahan PP Nomor 19 Tahun 1994 tentang Pengelolaan Limbah B3
  • Kepmenperindag Nomor 520/MPP/Kep/8/2003

Lalu saya bertanya pada diriku sendiri, kenapa Impor limbah B3 masih bisa terjadi. Padahal peraturan-peraturan tersebut sudah menegaskan larangan Impor limbah B3. Ini salah siapa ? Yuk, sya mengajak para importir untuk lebih cinta Indonesia dan jangan kotori tanah air kita dengan limbah-limbah yang berbahaya!

Baca juga di : http://www.pantonanews.com

Reff :

sumber gambar :

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s