Urin Salah Satu Solusi Pengganti BBM



Energi terbarukan merupakan topik terhangat kali ini, alasannya karena makin menipisnya persediaan minyak mentah di perut bumi. Sehingga energi BBM menjadi makin mahal yang menimbulkan dampak ke sector ekonomi kebutuhan hidup sehari-hari khalayak orang banyak di belahan bumi manapun. Energy BBM juga bisa menimbulkan perang antar Negara untuk memperebutkan ladang minyak. Ok, itu sekelumit tentang bbm.

Sekarang kita harus sedikit lebih kerja keras lagi untuk berfikir bagaimana caranya menggantikan energy bbm dengan energy yang terbarukan. Selain energinya terbarukan, persediaannya di alam juga melimpah dan selalu ada. Di Negara-negara maju, energy yang terbarukan sudah mulai diterapkan.

Contoh :
Di Belanda pemanfaatan angin untuk menggerakkan kincir angin yang banyak sekali manfaatnya (http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/kincir-angin-unik-banyak-manfaatnya).
Dibeberapa Negara memanfaatkan tenaga surya diubah menjadi energy listrik.
Setelah angin dan cahaya matahari, ada salah satu lagi yang bakal jadi calon pengganti energi BBM yaitu urin. Wow ko bisa? Bagaimana caranya?

Mungkin itu pertanyaan yang bakal timbul di benak para pembaca. Mari kita telusuri kenapa bisa dan bagaimana caranya si urin bisa menjadi pengganti BBM. Dilihat dari zat yang terkandung dalam urin adalah 0.05% ammonia, 0.18% sulphate, 0.12% phosphate, 0.6% chloride, 0.01% magnesium, 0.015% calcium, 0.6% potassium, 0.1% sodium, 0.1% creatinine 0.03% uric acid, 2% urea dan 95% air.

Lalu bagaimana caranya untuk menghasilkan energy urin?

Dilihat dari kandungan urin sendiri, disitu terdapat 0.05% ammonia yang bakal dimanfaatkan menjadi bahan bakar pengganti bbm. Dengan cara memanaskan urin hingga menguap membentuk gas ammonia, kemudian gas tersebut dialirkan ke generator yang tertampung dalam fuel cell. Dari generator tersebut jadilah energy listrik.

Penggunaan urin sebagai bahan bakar terbarukan yang sedang diteliti di belanda oleh Universitas Teknologi Delft dan lembaga penelitian DHV yang mengembangkan teknologi pemrosesan urin. Mereka berhasil mendaftarkan paten temuan ini di China, Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan Eropa. “Kami memproses urin yang dikumpulkan secara konvensional dan kimiawi,” kata Andreas Glesen, Manajer Inovasi DHV Research.

Menurut Thiss Westerbeek, jurnalis Radio Nederland di Belanda, bahan bakar urin ini telah memasok energi setara 110 ribu Megawatt di 30 ribu rumah atau seluas satu kota kecil. Jika produksi urin ditingkatkan, para periset memprediksi daya yang dipasok bisa ditingkatkan sampai lima kali lipat untuk jumlah rumah yang sama. Dan yang terpenting, “yellow power” ini dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk mobil bertenaga listrik.

Lalu pertanyaan terakhir yang bakal muncul dibenak kita adalah bagaimana dengan Indonesia?
Sumber energy apa yang bakal menggantikan peran BBM, hemat BBM sudah tidak mungkin karena pengguna kendaraan bermotor di Indonesia makin banyak, BBM jutaan liter terbakar sia-sia di jalan raya yang macet. Menaikan harga BBM pun bukanlah solusi terbaik, disubsidipun sama saja. Toh lama-lama BBM akan bakal habis juga, cepat atau lambat tinggal menunggu waktu. Saran untuk menteri ESDM kita, segeralah melakukan pencarian penelitian energy alternative pengganti BBM yang terbarukan.

Dari rangkaian kalimat diatas kita dapat bayangkan bahwa di Negara ini berpotensi menghasilkan energy gas ammonia gratis dari penduduknya yang mencapai 250 juta jiwa. Semisal sehari orang menghasilkan urin 1 liter, maka dalam sehari di Indonesia tersedia urine 250 juta liter per hari. Luar biasa.

Sumber refferensi :
http://www.gatra.com/teknologi/41-ilmu-dan-teknologi/11060-solusi-bbm-dari-air-seni
http://id.wikipedia.org/wiki/Urin
http://sorot.vivanews.com/news/read/302369-bbm-air-seni
http://sorot.vivanews.com/news/read/302371-infografik–dari-urin-ke-energi-listrik
http://id.berita.yahoo.com/urin-calon-bahan-bakar-kendaraan-052000101.html
sumber foto :
http://chandrawijaya.com/use-urine-color-to-predict-your-health.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s